Ahli Energi - Membahas manajemen energi, Sumber energi terbarukan dan tak terbarukan , pemanfaatan energi , Pembangkit listrik tenaga surya dan isu-isu terbaru energi

MANAJEMEN ENERGI - AUDIT ENERGI - SUMBER-SUMBER ENERGI - ENERGI TERBARUKAN - ISU TERBARU ENERGI

Audit Energi Gedung

Kegiatan untuk mengidentifikasi dimana dan berapa energi yang digunakan serta berapa potensi penghematan yang mungkin diperoleh dalam upaya mengoptimalkan penggunaan energi pada fasilitas atau sistem gedung

Energi Terbarukan Dan Konservasi Energi

Energi terbarukan tersedia melimpah di alam penggunaannya ketersediaannya tidak pernah habis dan tidak merusak lingkungan - Konservasi energi adalah melestarikan energi dengan penggunaan yang efisien dan bijaksana

Manajemen Energi

Manajemen energi adalah pengelolaan energi secara komprehensip secara nasional dan lokal dengan mengikuti kaidah-kaidah manajemen untuk mencapai kemakmuran bersama

Efisiensi di Industri

Industri yang menerapkan sistem manajemen energi dan melakukan program efisiensi energi akan memiliki daya saing yang tinggi karena biaya energinya lebih rendah

Kebijakan Energi Nasional

Kebijakan energi Nasional (KEN) yang menerapkan sistem manajemen energi yang benar, Menerapkan prinsip berkeadilan keberlanjutan dan berwawasan lingkungan, memperhatikan kaidah-kaidah efisiensi energi dan menggunakan energi secara bijaksana akan memberikan kemakmuran bagi rakyat

Kamis, 23 Juni 2022

Prosedur Audit Energi

Sebelum kita bicara prosedur yang harus dilaksanakan dalam kegiatan audit energi, kita perlu tahu dulu,  jenis audit energi yang bisa dilaksanakan yaitu :

1. Audit energi singkat (Walk Through Audit)

2. Audit energi Awal (Preliminary  Audit)

3. Audit energi Rinci   (Detail Audit)

Perbedaan ketiga jenis audit energi diatas adalah kedalaman kajian sistem pengguna energi gedung serta analisa dari hasil auditnya. Secara teori ketiga jenis audit tadi merupakan tahapan yang harus dilalui satu persatu tapi dalam prakteknya  audit energi yang lebih tinggi seperti audit energi detail bisa dilaksanakan langsung tanpa harus melaksanakan  audit singkat  atau audit awal terlebih dahulu.


Prosedur audit energi merupakan kumpulan Langkah-langkah yang akan dilalui, secara diagram prosedur   audit energi secara bertahap ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Pada gambar terlihat bahwa  baik audit awal maupun audit rinci bisa melewati audit singkat terlebih  dulu. Prosedur ini bisa dipakai untuk melakuakan audit energi di Industri dan bangunan komersial

 


Gambar    Bagan alur proses audit energi
 

Audit Energi Singkat (Walk Through Audit)

Audit singkat merupakan langkah audit yang paling mudah. Audit energi singkat dilakukan sebagai identifikasi awal adanya mencari peluang penghematan energi. Audit energi singkat  ini Dilakukan sekilas, paling tidak dalam satu hari kunjungan ke lokasi yang diaudit. Kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan audit singkat ini adalah:

Persiapan

Persiapan audit energi dilakukan agar didapatkan hasil audit yang sesuai dengan lingkup kegiatan yang telah ditetapkan, mencakup :

·        Pernyiapan dokumen terkait termasuk ceklist data

·        Pernyiapam SDM yang berpengalaman

·        Penetapan Jadwal singkat perencanaan

Pengumpulan data

·        Data historis, yaitu :

·        Luas lantai dan jumlah lantai gedung

·        Pembayaran rekening listrik bulanan bangunan gedung selama satu tahun   terakhir dan rekening pembelian bahan bakar minyak (bbm), bahan bakar gas (bbg), dan air

·        Tingkat hunian bangunan (occupancy rate) selama 1 (satu)  tahun terakhir.

·        Daya terpasang listrik

Data masukan dari pengamatan, yaitu :

Dikumpulkan berdasarkan observasi langsung dan hasil wawancara singkat dengan operator tentang hal-hal yang berkaitan dengan operasi penggunaan energi maupun kebutuhan energi keseluruhan bangunan gedung.

 

Perhitungan dan Analisis Data

Perhitungan dilakukan secara sederhana menggunakan data yang terkumpul :

·        Hitung Intensitas konsumsi energi (kWh/m2/tahun).

·        Hitung Persentase potensi penghematan energi yang bisa diperoleh

·        Hitung Biaya energi bangunan (Rp/m2)

·        Pilihan untuk audit lanjutan (preliminary atau detail)

Laporan Audit Energi

Berdasarkan pada seluruh kegiatan audit energi yang telah dilaksanakan, maka laporan audit energi disusun. Sbb:

Laporan audit energi  memuat :

·        Potret penggunaan energi,

·        Rekomendasi yang mencakup langkah konservasi energi yang bisa dilaksanakan serta   pilihan untuk melanjutkan audit yang lebih lanjut (preliminary atau detail audit)

 

Audit Energi Awal (Preliminary Audit)

Audit energi awal perlu dilakukan bila audit energi singkat/audit awal me rekomendasikan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut pada seluruh bangunan gedung atau Industri. Audit energi awal bisa saja kita laksanakan secara langsung tanpa melalui audit singkat terlebih dahulu.

Kegiatan dalam audit energi awal, adalah sbb :

 

Persiapan

Persiapan audit energi dilakukan untuk mendapatkan hasil audit  energi yang sesuai dengan lingkup kegiatan yang ditetapkan, mencakup :

·        Pernyiapan dokumen terkait termasuk ceklist data

·        Pernyiapan SDM yang sesuai bidang elektrikal dan mekanikal (fisika       bangunan)

·        Pernyiapan Alat ukur untuk pengukuran sampling

·        Penetapan Jadwal rinci perencanaan

Pengumpulan data

Data historis, yaitu :

Dokumentasi bangunan yang sesuai dengan gambar pelaksanaan konstruksi     (as built

drawing), terdiri atas:

·        Tapak, denah dan potongan bangunan gedung seluruh lantai.

·        Denah instalasi pencahayaan bangunan seluruh lantai.

·        Diagram garis tunggal dengan penjelasan penggunaan daya listrik dan  besar    penyambungan daya listrik PLN serta besarnya daya listrik cadangan  dari Diesel Generating Set.

·        Pembayaran rekening listrik bulanan bangunan gedung selama satu tahun   terakhir dan r ekening pembelian bahan bakar minyak (bbm), bahan bakar gas   (bbg), dan air

·        Tingkat hunian bangunan (occupancy rate) selama 1 (satu)  tahun terakhir.

·        Data operasi peralatan pengguna energi

Pengukuran singkat :

Alat ukur yang digunakan dalam kegiatan audit awal adalah  alat yang dipasang tidak tetap (portable) dimana pengukuran  dilakukan secara sampling disejumlah titik pengguna energi yang diperkirakan besar penggunaan energinya.

   

Masukan dari pengamatan:

Dikumpulkan berdasarkan observasi langsung dan hasil wawancara dengan operator tentang hal-hal yang berkaitan dengan kinerja operasi penggunaan energi obyek yang diteliti maupun kebutuhan energi keseluruhan bangunan gedung.

Perhitungan dan Analisis Data

Perhitungan dilakukan secara sederhana menggunakan data yang terkumpul

·        Hitung Intensitas konsumsi energi (kWh/m2/tahun.

·        Simple Payback Period dan analisis finansial sederhana untk potensi           penghematan energi yang didapat

·        Hitung Biaya energi bangunan (Rp/m2)

·        Penyusunan neraca energi sederhana

·        Hitung Persentase peluang penghematan energi

·        Rekomendasikan pilihan dengan urutan prioritas langkah penghematan energi.

Diskusi

Untuk mendapatkan hasil audit yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari pemilik gedung maka diskusi harus dilakukan minimal satu kali sebelum laporan akhir final ditetapkan.


Laporan Audit Energi

Berdasarkan pada seluruh kegiatan yang dilaksanakan, maka laporan audit energi awal  dapat disusun. Laporan audit energi awal harus memuat antara lain :

·        Potret penggunaan energi,

·        Potensi penghematan energi dan biaya pelaksanaan

·        Rekomendasi spesifik  penghematan energi dan saran tindak lanjut ke audit rinci jik diperlukan.

 

Audit Energi Rinci (Detail Audit)

Audit energi rinci perlu dilakukan bila audit energi singkat/audit awal merekomendasikan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut pada seluruh bangunan gedung atau pada obyek khusus/spesifik  industri yang dianggap memiliki potensi penghematan energi besar dan menjanjikan tingkat kelaikan cukup menarik.

 

Umumnya nilai IKE yang lebih besar dari nilai benchmark atau target yang ditentukan merupakan alasan untuk merekomendasikan kegiatan audit rinci. Tapi bisa juga audit rinci ini dilaksanakan langsung tanpa melewati tahapan audit energi singkat atau audit awal.

Kegiatan yang dilakukan dalam audit energi rinci :

 

Persiapan

Persiapan audit energi dilakukan untuk mendapatkan hasil audit yang sesuai dengan lingkup kegiatan yang ditetapkan, mencakup :

·        Pernyiapan dokumen terkait termasuk ceklist data

·        Pernyiapan SDM yang sesuai bidang elektrikal dan mekanikal (fisika bangunan)   serta arsitektur

·        Pernyiapan Alat ukur untuk pengukuran detail yang dilakukan secara periodik

·        Penetapan Jadwal rinci perencanaan

Pengumpulan data

Data historis :

·        Dokumentasi bangunan yang sesuai dengan gambar pelaksanaan konstruksi     (as built drawing), terdiri atas:

·        Denah tapak  dan gambar potongan bangunan gedung seluruh lantai.

·        Denah instalasi pencahayaan bangunan seluruh lantai.

·        Diagram garis tunggal lengkap dengan penjelasan penggunaan daya listrik dan    besarnya penyambungan daya listrik  PLN serta besarnya daya listrik  cadangan   dari Diesel Generating Set.

·        Pembayaran rekening listrik bulanan bangunan gedung selama satu tahun           terakhir dan rekening pembelian bahan bakar   minyak (bbm), bahan bakar gas   (bbg), dan air

·        Tingkat hunian bangunan (occupancy rate) selama 1 (satu)  tahun terakhir.

·        Data operasi peralatan pengguna energi

Pengukuran langsung:

Alat ukur yang digunakan dapat berupa alat ukur yang dipasang tetap (permanent) pada instalasi atau alat ukur yang dipasang tidak tetap (portable) dilakukan secara periodik.

Pengukuran langsung mencakup:

·        peralatan utama

·        paramater operasi

·        profil (jam, harian)

·        performance alat

Masukan dari pengamatan:

Berdasarkan observasi langsung, hasil wawancara mendalam dengan operator tentang kinerja operasi peralatan penggunaan energi obyek yang diteliti maupun kebutuhan energi keseluruhan.

 

    Perhitungan dan Analisis Data

Berdasarkan data seperti disebutkan diatas  pembuatan profil penggunaan energi, perhitungan neraca energi, analisis data teknis maupun finansial secara mendalam dapat dilakukan.

Analisis data energi   dapat dilakukan dengan menggunakan  program komputer yang telah diakui oleh masyarakat profesi.

·        Hitung penggunaan energi pada peralatan atau sistem yang diteliti.

·        Hitung Intensitas konsumsi energi (kWh/m2/tahun).

·        Hitung kinerja operasi aktual  peralatan (rata-rata, maksimum dan minimum)

·        Hitung Biaya energi bangunan (Rp/m2)

Analisis Data

·        Gambarkan grafik pola konsumsi energi atau energi spesifik dengan

·        parameter operasi,  jam, harian, mingguan atau bulanan

·        Lihat korelasi antara intensitas energi atau konsumsi energi dengan parameter  operasi.

·        Tentukan parameter operasi yang dominan terhadap konsumsi energi maupun  intensitas energi dari obyek yang diteliti.

·        Lihat peluang perbaikan kinerja dan efisiensi penggunaan energinya.

·        Hitung penghematan energinya jika perbaikan kinerja tersebut dilakukan.

·        Hitung biaya yang diperlukan untuk implementasi perbaikan  system yang dimaksud.

·        Lakukan analisis keuangan untuk tiap peluang penghematan energi.

·        Lakukan analisis sensitifitas penghematan energi yang menjanjikan    penghematan besar dengan tingkat kelaikan yang cukup menarik.

·        Berikan Rekomendasikan dengan urutan prioritas langkah penghematan energi.

    Apabila peluang hemat energi telah diidentifikasi, selanjutnya perlu ditindak     lanjuti dengan analisis peluang hemat energi, yaitu dengan cara   membandingkan potensi perolehan hemat energi dengan biaya yang harus   dibayar untuk pelaksanaan rencana penghematan energi yang  direkomendasikan.

Analisis peluang hemat energi dapat juga dilakukan dengan penggunaan     program komputer yang telah direncanakan untuk kepentingan itu dan diakui  oleh masyarakat profesi.

 

Penghematan energi  harus tetap memperhatikan  kenyamanan. Analisis peluang hemat energi dilakukan dengan usaha   antara lain :

·        menurunkan penggunaan energi (mengurangi daya terpasang/terpakai dan jam operasi);

·        memperbaiki kinerja peralatan;

·        menggunakan sumber energi yang murah;

Diskusi

Agar didapatkan  hasil audit yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari pemilik Gedung,  maka perlu diskusi dilakukan sebelum laporan akhir final ditetapkan.

 

Laporan Audit Energi

Dari semua kegiatan yang dilaksanakan maka dibuat laporan audit energi rinci disusun.

Laporan audit energi rinci harus memuat :

·        Potret penggunaan energi,

·        Kinerja operasi aktual peralatan pengguna energi untuk berbagai kondisi,

·        Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja operasi,

·        Potensi penghematan energi yang didapat serta biaya  yang diperlukan pada obyek yang diteliti,

·        Kajian teknis dan finansial penghematan energi

·        Rekomendasi spesifik dan saran tindak lanjut.

Rekomendasi

Rekomendasi yang dibuat mencakup masalah :

Pengelolaan energi yang perlu diperbaiki, implementasi konservasi energi, dan cara meningkatkan kesadaran penghematan energi.

Pemanfaatan energi, termasuk langkah-langkah :

·        peningkatan efisiensi penggunaan energi  dengan mengubah prosedur.

·        perbaikan dengan investasi kecil.

·        perbaikan dengan investasi besar.

 


Share: