ENERGY MANAGEMENT - BY SHALAHUDDIN HASAN

Selasa, 23 Juli 2013

Energi Yang Berkelanjutan (Sustainable Energy )

Energi yang berkelanjutan  (Sustainable energy  ) adalah penyediaan energi yang berkelanjutan untuk  memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka. Sementara itu Teknologi energi berkelanjutan berasal dari  sumber energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga air, energi surya, energi angin, tenaga ombak, energi panas bumi, fotosintesis buatan, dan tenaga pasang surut, dan juga teknologi yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi.
Dua pilar utama energi berkelanjutan adalah  energi terbarukan dan Efisiensi energi.
Renewable energy technology
Teknologi energi terbarukan merupakan hal penting untuk mendukung energi berkelanjutan karena umumnya menjadi sumber untuk keamanan suplai energi, serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batubara.
menurut The International Energy Agency  ada tiga generasi energi terbarukan dalam kurun waktu 100 tahun terakhir yaitu :
Teknologi energi terbarukan generasi pertama muncul dari timbulnya  revolusi industri pada akhir abad ke-19. Teknologi generasi pertama ini diantaranya tenaga air, pembakaran biomassa dan tenaga panas bumi dan energi panas. Beberapa teknologi ini masih digunakan secara luas saat ini.


PLTA POSO Sulsel

PLTP Kamojang

     Biomass power plant dari sekam padi

Teknologi energi terbarukan generasi kedua  meliputi pemanasan dan pendinginan dengan surya, tenaga angin, bioenergi modern, dan photovoltaics surya. Teknologi  Ini sekarang sudah  memasuki pasar sebagai hasil dari investasi dalam bentuk  penelitian dan pengembangan (R & D) yang dilakukan sejak 1980-an. Investasi pada riset ini dipicu oleh keprihatinan keamanan suplai energi terkait dengan krisis minyak (tahun 1973 dan 1979).
                                                                         

                                                                     PLTS  BALI

Biodiesel plant
Teknologi energi terbarukan generasi ketiga saat ini masih dalam pengembangan dan belum masuk sektor komersial. Termasuk teknologi energi terbarukan generasi ketiga  diantaranya : gasifikasi biomassa canggih, teknologi biorefinery, tenaga panas surya terkonsentrasi, energi panas dari batuan kering bumi, dan energi laut. Selain itu adanya penemuan dan kemajuan dalam nanoteknologi juga mungkin memainkan peran utama dalam mendorong perkembangan energi terbarukan generasi ketiga ini.

Energy gelombang laut


Gasifikasi biomas plant
 Teknologi pertama dan generasi kedua telah memasuki pasar dan dipergunakan secara luas, sementara teknologi generasi ketiga masih sangat bergantung pada penelitian dan pengembangan serta komitmen jangka panjang semua pihak terutama pemerintah untuk mendorong penggunaannya. 
Untuk  kasus indonesia energi terbarukan merupakan sumber energi yang sangat melimpah baik keragamannya maupuan ketersediaannya. Sesuangguhnya pad beberapa puluh tahun lalu ketersedian energi fosil di indonesia sangat melimpah baik minyak bumi, batubara dan gas. Saat ini ketersedian minyak bumi sudah sangat menipis dan Indonesi sudah masuk ke dalam net oil import country karena konsumsi minyak buminya sudah melebihi produksi nasionalnya. Sementara batubara yang melimpah juga kurang tepat pengelolaannya sehingga kurang memberikan nilai tambah secara nasional terutama dalam pemerataan kemamfaatan. Untuk Gas bumi yang sangat melimpah sering terjadi bawhwa kebutuhan lokal defisit karena sebagian besar energi gas dijual keluar negeri.
Sudah saatnya pemerintah Indonesia menerapkan manajemen energi yang benar dalam pengelolaan dan pemenfaatan yang seimbang dari sumber energi terbarukan dan tidak terbarukan seperti energi fosil. Jangan sampai energi fosil lebih cepat habis sementara system energi terbarukan nasional masih morat-marit. Kita tida boleh mengalami habisnya energi batubara dan gas secepat habisnya energi minyak bumi. Karena itu pendayagunaan energi terbarukan secara nasional harus lebih cepat.
Target energi mix sesuai perpres    no 5 tahun 2006 dimana komponen energi terbarukan hanya 17 persen dari energi mix adalah terlalu rendah karena dengan skenario ini energi tak terbarukan terlalu cepat habis hanya sekitar 147 thn utk batubara 61 tahun utk gasn dan 18 tahun untuk minyak bumi.
Kita harus memeperlambat laju habisnya energi tak  terbarukan dengan segera mengoptimalkan teknologi –teknologi energi terbarukan diatas dan meningkatkan target bauran energi terbarukan pad ketersedian energi nasional diatas 17 persen lebih.



sumber : kementrian energi dan sumberdaya mineral Indonesia
Konservasi energi
Konservasi energi sendiri mengandung arti sebagai suatu usaha untuk tetap menggunakan energi secara rasional tapi tetap mempertahankan produktifitas dan terpenuhinya syarat-syarat kelola perusahaan. Penggunaan energi rasional diantaranya dengan penghematan dan efisiensi energi. Jadi harus dibedakan antara penghematan energi dengan konservasi energi. Penghematan energi bisa saja dilakukan dengan hanya mengurangi penggunaan energinya tapi kenyamanan dan produktitas menjadi turun. Sementara konservasi energi adalah penerapan kaidah-kaidah dalam pengelolaan energi tidak hanya mengurangi pemakaian energinya tapi juga menerapkan pola operasi yang efisien, pemasangan alat tambahan yang meningkatkan performa sistem sehingga pemakaian energinya lebih rendah tapi tidak mengurangi kenyamanan dan produktifitas. Jadi pada intinya konservasi energi merupakan panduan bagaimana menghemat energi dengan benar dan berisi metode-metode dan alat alat yang bisa dipakai untuk penghematan energi tanpa mengurangi produktifitas dan kenyamanan. Sementara efisiensi energi artinya perbandingan antara penggunaan energi  dengan hasil produksinya. Yang dimaksud produksinya bisa kenyamanan, gerak dan lain-lain. Jadi efisiensi energi yang tinggi berarti pemakaian energinya rendah tapi produksi  tinggi. Dengan demikian konsep konservasi energi lebih luas dibandingkan dengan efisiensi energi.


Tidak ada komentar: