CONTOH
AUDIT ENERGI GEDUNG
Audit energi pada sebuah gedungperkantoran, Sumber listrik dari PLN dengan
kapasitas sebesar 1,1 MVA dipakai untuk melayani seluruh gedung
di komplek.
Sumber listrik untuk Gardu utama diperoleh dari tegangan
menengah 20 kV, dan didistribusikan ke gedung-gedung melalui 6 buah gardu yaitu,
gardu A, C, D, E, F dan G, dengan distribusi sistem ring melalui tegangan
menengah 20 kV. Dari gardu-gardu
tersebut sumber listrik disalurkan ke gedung-gedung melalui transformator
penurun tegangan dari 20 kV ke sistem tegangan rendah 220/380 volt.
Beban penguna tenaga listrik yang terpasang di
gedung-gedung sebagaian besar terdiri dari lampu penerangan, AC, dan peralatan
kantor seperti komputer, printer, mesin photocopy, dispenser, TV dan lain-lain.
Sebagai sumber listrik cadangan menggunakan Genset.
Gedung memiliki selubung bangunan jendela kaca dan dinding dari plaster. Beberapa lantai dalam ruangan memiliki peneduh dalam (venetian blind), dan jendela kaca pada dinding posisinya agak menjorok ke dalam. Tinggi lantai ke langit-langit adalah 3,5 m.


1 comments:
Beberapa prosedur operasional yang dapat dengan mudah dilaksanakan antara lain: mewajibkan kepada para pemakai gedung untuk selalu mematikan lampu atau AC jika sedang tidak ada orang, mematikan lampu yang dekat jendela kaca pada siang hari, tidak menyalakan pompa pada jam 18-23 karena harga listrik lebih mahal, selalu menutup pintu dan jendela yang memisahkan ruang berAC dengan yang tidak, selalu memeriksa lampu jalan dan lampu taman yang sering lupa untuk dimatikan pada siang hari. Prosedur operasional yang tampaknya sederhana ini ternyata dalam pelaksanaannya tidaklah semudah seperti yang dikatakan. Diperlukan petunjuk, teguran, pengawasan yang terus menerus dan melibatkan banyak orang, sampai menjadi suatu kebiasaan atau budaya hemat listrik Cara Beli Token Listrik di DANA
Posting Komentar